Home
» Artikel Religi
» Tahukah Anda? Ini Beberapa Sebab Hilangnya Muru'ah Seorang Guru
Tahukah Anda? Ini Beberapa Sebab Hilangnya Muru'ah Seorang Guru
Hallo sahabat U Santri sekalian, banyak faktor yang bisa menyebabkan guru kehilangan muru'ahnya. Baik karena faktor dari diri sendiri ataupun dari lingkungan sekitar. Di zaman seperti sekarang banyak hal positif dan negatif lebih cepat tersebar dan membaur, sehingga terkadang orang tidak bisa membedakan sesuatu yang bisa dibuat bercanda maupun serius. Terlebih lagi di kalangan anak-anak penerus bangsa yang masih labil maupun mau memasuki fase dewasa, tentunya butuh yang namanya sosok panutan dan juga pembimbing, yups tak lain nan tak bukan yaitu seorang guru. Namun apa yang terjadi jika guru tersebut sampai kehilangan muru'ahnya? Tentu saja sosok ini sudah pasti kehilangan powernya sebagai pembimbing dan tidak akan didengarkan oleh anak didiknya. Ini Beberapa Sebab Hilangnya Muru'ah Seorang Guru:
Yang paling dasar adalah ketika seorang guru tidak mampu menguasai medan, karena bagaimana pun seorang guru dituntut untuk menguasai medan. Makanya guru mempunyai banyak kriteria dalam mengajar, banyak metode yang dilakukan supaya bisa menguasai medan yang sedang dihadapinya. Namun sekali guru tidak bisa menguasai medan perangnya sendiri maka itu menjadi salah satu sebab muru'ahnya hilang.
Terkadang dalam berdiskusi guru merasa sebagai panutan harus otoriter dalam memberikan keputusan dalam diskusi, dalam suatu keadaan memang perlu namun sebenarnya untuk pengembangan anak didik jika egois dalam berdiskusi maka itu bisa merusak dorongan dari anak didiknya dalam belajar dan menghilangkan wibawa dalam pengajarannya.
- Tidak Mau Salah dan Kalah
Yups sebagai seorang panutan memang benar kita dituntut untuk bisa menjadi contoh yang baik. Namun terkadang kita sebagai seorang guru lupa bahwa kita mempunyai tujuan-tujuan mulia di dalamnya seperti mengembangkan kemampuan anak didik kita yang diiringi dengan penanaman adab serta etika yang sangat penting. Namun adakalanya kita sebagai guru yang juga manusia juga salah dalam melangkah, tapi gengsi untuk mengakuinya.
Padahal lebih tepat ketika kita memberikan respon positif dengan meminta maaf, namun apabila teguran tersebut dinilai kurang sopan maka arahkan anak didik kita supaya bisa menegur dengan lebih bijak di kemudian hari. Ini juga faktor untuk kedua belah pihak untuk sama-sama berkembang. Dan tujuannya kita memberikan sebuah pancingan dalam soal, itu untuk menguji seberapa jauh anak didik kita berkembang, kita memang bisa adu argumen dan membuat anak didik kita berpikir kritis, namun itu sudah lebih dari cukup untuk pengujiannya.
Ya, terkadang karena ingin secepatnya menguasai medan, guru tidak memberi batasan entah itu dalam bergaul ataupun bercanda. Sehingga itu sangat rentan terhadap impact yang dihasilkan kemudian hari. Padahal seharusnya tetap memberi batasan adalah suatu faktor di mana anak didik tetap menghormati seorang guru. Banyak sebab yang bisa menjadi muru'ah guru hilang, namun mungkin cukup sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dan bisa mengambil ibrah di dalamnya, Aamiin.