Home
» Sirah Nabawiyah
» Kebencian kepada Nabi Muhammad S.A.W
Kebencian kepada Nabi Muhammad S.A.W
Hai sahabat U Santri sekalian. Sebelum nabi diutus, beliau dikenal sebagai orang yang sangat jujur, baik hati, serta tindakannya sangat terpuji, sampai-sampai mereka menjuluki nabi dengan julukan "Al-Amiin" yang artinya dapat dipercaya. Namun semuanya berubah drastis semenjak beliau diutus menjadi rasul. Kemudian berubah rasa cinta tersebut menjadi kebencian yang sangat mendalam. Kedekatan-kedekatan sebelumnya menjadi jauh, kebenaran nabi dicap sebagai kebohongan, tindakan nabi yang selalu menuai pujian berubah menjadi cemoohan.
Namun nabi tetap teguh akan dakwahnya tersebut dan mengajak mereka untuk menyembah Allah dan memberitahu bahwa berhala tersebut tidak memiliki akal apalagi menjadi Tuhan. Merasa nabi telah mencela tuhan-tuhan mereka, dan menyebutnya dengan kesesatan, maka berangkatlah menuju Abu Thalib yang merupakan paman nabi sekaligus pelindung nabi dari niat serta tindakan buruk kaum tersebut.
Mereka memintanya melarang nabi untuk mencela tuhan-tuhannya dan berhenti menyebut mereka dan nenek moyangnya sesat.
Kemudian Abu Thalib mencoba berbicara kepada nabi, dan memintanya menghentikan apa yang dilakukannya, karena bisa membahayakan nabi. Karena Abu Thalib tau bahwa dirinya tidak mungkin mampu terus menerus melindungi nabi dari kejahatan kaumnya yang sudah membenci nabi. Namun nabi menolak dengan sebuah penolakan yang sangat halus, nabi terus berniat menyebarkan agama dan mengangkat kalimat Allah yang Maha Haq. Mungkin cukup sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.
__________
Referensi: Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 01 Bab 18 [Intoleransi Kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad S.A.W.]