- Tahun ke 10 dari Kenabian
Hallo sahabat U Santri sekalian, ummat Islam benar-benar menghadapi kaumnya sendiri yang bersikukuh dengan agama nenek moyangnya, yaitu menyembah berhala. Mereka diteror dan juga siksaan terus menerus menerpanya. Begitu pula nabi, tidak lepas dari ancaman mereka para orang-orang kafir quraisy, beliau dicaci-maki dengan sangat buruk kemudian dihina tanpa belas kasihan sama sekali, terutama semenjak wafatnya Sayyidah Khadijah dan Abu Thalib, yakni istri serta pamannya yang selalu di garis depan jika ada yang berani menyakiti nabi.
Menginjak tahun ke 10 dari kenabian, beliau bersama Zaid bin Haritsah hijrah menuju kota Thaif dan langsung menuju Tsaqif, serta meminta pertolongan atasnya untuk kaum nabi. Namun usaha tersebut benar-benar tidak membuahkan hasil sama sekali.
- Kaum yang Menolak Nabi dengan Buruk
Nabi menuju Tsaqif niat hati untuk meminta tolong atas kaum nabi, namun sayangnya mereka menolak dengan sangat buruk. Lalu pembesar kaum Thaif tersebut memerintahkan kepada penduduknya untuk mengecam, mencaci dan melempari nabi dengan batu sehingga darah bercucuran dari kedua kaki nabi.
Zaid bin Haritsah mencoba menghalau lemparan batu-batu yang semakin membabi-buta tersebut supaya tidak mengenai nabi, hingga dirinya terkena luka-luka di kepalanya. Lalu datanglah Jibril dan berkata kepada nabi, "Sungguh Allah memerintahkan aku untuk tunduk kepadamu tentang masalah kaummu atas perbuatan mereka kepadamu."¹ Nabi pun berdo'a, "Ya Allah. Berilah petunjuk kepada kaumku, sungguh mereka seperti itu karena tidak mengerti." Lalu jibril berkata, "Maha Benar Dzat yang memberimu gelar ar-rauuf ar-rahiim."
Setelah kejadian tersebut, berselang antara satu bulan beliau kembali menuju Makkah, karena tidak mendapatkan kebaikan sedikitpun dari kaum thaif. Di dalam perjalanan sampailah nabi di Nakhlah (tempat yang dekat dengan Thaif.) Datang para jin, mereka merupakan pengikut Nabi Musa, lalu mendengarkan al-qur'an. Kemudian kembalilah jin tersebut kepada kaumnya, lalu menakut-nakuti dengan cerita nabi. Sungguh mereka dikisahkan oleh Allah dalam QS. al-Ahqaf ayat 29-32:
وَاِ ذْ صَرَفْنَاۤ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰ نَ ۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَا لُوْۤا اَنْصِتُوْا ۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, "Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya)." Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan."
قَا لُوْا يٰقَوْمَنَاۤ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ وَاِ لٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Mereka berkata, "Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran, dan kepada jalan yang lurus."
يٰقَوْمَنَاۤ اَجِيْبُوْا دَا عِيَ اللّٰهِ وَاٰ مِنُوْا بِهٖ يَغْفِرْ لَـكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَ لِيْمٍ
"Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu, dan melepaskan kamu dari azab yang pedih."
وَمَنْ لَّا يُجِبْ دَا عِيَ اللّٰهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَيْسَ لَهٗ مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءُ ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
"Dan barang siapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksaan Allah di bumi, padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata."
Juga terdapat di QS. Al-Jinn ayat 1-2
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَا لُوْۤا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰ نًا عَجَبًا
"Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)," lalu mereka berkata, "Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),"
يَّهْدِيْۤ اِلَى الرُّشْدِ فَاٰ مَنَّا بِهٖ ۗ وَلَنْ نُّشْرِكَ بِرَبِّنَاۤ اَحَدًا
"(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan menyekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,"
Mungkin cukup sekian artikel kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.
__________
Referensi Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 01 Bab 34 [Hijrah Menuju Thaif]
¹) Di riwayat yang lain Jibril menawarkan untuk melempar gunung uhud kepada kaum Thaif, namun nabi tidak mengijinkannya lalu berdoa seperti di atas.