Halo sahabat U Santri sekalian setelah mengepung nabi di sebuah bukit dekat Makkah, para kafir quraisy mendengar kabar tentang hijrahnya ummat islam. Lekaslah bertindak kafir quraisy dengan menyusul para kaum yang hijrah tersebut. Diutuslah perwakilan dari kaum kafir quraisy sebanyak 2 orang laki-laki dengan membawa hadiah untuk sang raja Habasyah. Hadiah tersebut dimaksudkan untuk raja supaya menolak para ummat islam yang hijrah dan tinggal di Habasyah.
2 orang tersebut adalah 'Amr bin al-Ash dan 'Umarah bin al-Waliid. Mereka langsung menuju ke kediaman raja dan langsung mengutarakan niatnya untuk menolak para ummat islam tersebut di negara sang raja karena di negaranya sendiri mereka dianggap telah berbuat onar dan menjelek-jelekkan agama kafir quraisy, dan mereka ke situ tujuannya supaya mereka dikembalikan ke tempat asal mereka. Namun tanpa disangka-sangka ternyata raja memberikan respon yang cukup adil, yakni ingin mendengar informasi dari ummat islam terlebih dahulu, lalu kemudian dipanggillah golongan dari ummat islam.
Ja'far bin Abi Thalib yang mewakili lalu berkata "Wahai Raja yang sangat dihormati, kami ini adalah golongan jahiliyyah yang mana menyembah berhala, memakan bangkai, serta melakukan kekejian dengan tanpa merasa bersalah mudah untuk memutuskan sanak saudara, bagi yang kuat selalu menindas yang lemah, hingga datanglah kepada kami seorang Rasul yang diutus oleh Allah yang kami sangat mengetahui akan nasabnya, serta budi pekertinya, tindak tanduknya, yang selalu terjaga dari perbuatan buruk. Lalu beliau mengajak kami meng-Esakan Allah, tidak menyembah berhala, tidak melaksanakan sesuatu kecuali kebenaran baik ucapan maupun tindakan, menyambung sanak saudara, tidak boleh memakan harta anak yatim dan banyak hal yang baik hingga kami beriman dan membenarkannya."
Setelah mendengar ucapan yang terlontar dari Ja'far bin Abi Thalib tersebut sang raja dengan tegas menolak untuk mengabulkan permintaan kaum kafir quraisy yang meminta untuk menyerahkan ummat islam. Ja'far bin Abi Thalib juga membacakan permulaan surat maryam, makin tegaslah raja untuk tidak menyerahkan ummat islam kepada kafir quraisy. Lalu kembalilah kedua utusan tersebut dengan kegagalan.
Pada saat itu merupakan tahun ke 7 dari kenabian, masuk islamlah Raja an-Najasyi serta para pembesar dan pendeta saat itu. Allah menurunkan QS. Al-Maidah ayat 82 yang berisi tentang mereka:
Ù„َـتَجِدَÙ†َّ اَØ´َدَّ النَّا سِ عَدَاوَØ©ً Ù„ِّـلَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…َÙ†ُوا الْÙŠَÙ‡ُÙˆْدَ Ùˆَا Ù„َّذِÙŠْÙ†َ اَØ´ْرَÙƒُÙˆْا ۚ ÙˆَÙ„َـتَجِدَÙ†َّ اَ Ù‚ْرَبَÙ‡ُÙ…ْ Ù…َّÙˆَدَّØ©ً Ù„ِّـلَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…َÙ†ُوا الَّذِÙŠْÙ†َ Ù‚َا Ù„ُÙˆْۤا اِÙ†َّا Ù†َصٰرٰÙ‰ ۗ ذٰÙ„ِÙƒَ بِاَ Ù†َّ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُÙ…ْ Ù‚ِسِّÙŠْسِÙŠْÙ†َ ÙˆَرُÙ‡ْبَا Ù†ًا ÙˆَّاَÙ†َّÙ‡ُÙ…ْ Ù„َا ÙŠَسْتَÙƒْبِرُÙˆْÙ†َ
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani." Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."¹
Setelahnya raja tersebut wafat. Lalu Jibril memberitahukan kematian raja kepada rasul, sehingga rasul mengetahui dan mensholatinya. Ini juga menjadi asal muasal sholat jenazah yang ghaib, karena saat itu rasul masih berada di bukit dekat Makkah. Mungkin cukup sekian artikel kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.
__________
Referensi Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 01 Bab 28 [Keislaman Raja Habasyah.]
¹)ayat yang ditebalkan merupakan ayat yang tertera dalam kitab Khulasoh Nurul Yaqin.