Home
» Sirah Nabawiyah
» Ukhuwah Islamiyyah | Ketika Nabi Tiba di Madinah
Ukhuwah Islamiyyah | Ketika Nabi Tiba di Madinah
- Persinggahan Nabi Muhammad SAW
Hai sahabat U Santri sekalian, setelah Nabi Muhammad SAW memasuki Madinah dan lewat di depan rumah sahabat Anshar mereka meminta supaya beliau singgah. Mereka berebut memegang kendali unta yang beliau tunggangi, nabi pun berkata "Biarkanlah unta berjalan sendiri, karena sudah diperintah." Sampai berhentilah di suatu daerah Marbad(tanah untuk pengeringan kurma) yang dikelola 2 anak yatim dari bani najjar yang bernama Sahal dan Suhail. Mereka berdua diasuh oleh As'ad bin Zurrah. Lalu di depannya ada sebuah rumah milik dari Abu Ayyub al-Anshari. Nabi berkata "Di sanalah kita singgah, InsyaAllah."
Akhirnya beliau singgah di tempat Abu Ayyub al-Anshari yang mempunyai rumah 2 tingkat tersebut. Nabi memilih untuk berada di tingkat bawah saja, supaya memudahkan orang yang mengunjungi nabi tanpa melewati kediaman tuan rumah. Namun Abu Ayyub al-Anshari resah serta tidak enak karena nabi berada di bawah, sehingga meminta dengan sangat kepada nabi untuk pindah ke tingkat atas.
Mereka juga tetap meminta kepada nabi untuk berkunjung, para sahabat anshar sangat mengutamakan nabi melebihi dari diri sendiri. sehingga saat berselisih tentang persinggahan, mereka memutuskan dengan undian. Sungguh nabi memperkuat ikatan Ukhuwah Islamiyyah (Persaudaraan sesama Muslim) sehingga menjadikan mereka satu kesatuan.
Di dalam Al-qur'an surah Al-Ahzab ayat 6 diterangkan:
اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِا لْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَ زْوَا جُهٗۤ اُمَّهٰتُهُمْ ۗ وَاُ ولُوا الْاَ رْحَا مِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَفْعَلُوْۤا اِلٰۤى اَوْلِيٰٓئِكُمْ مَّعْرُوْفًا ۗ كَا نَ ذٰ لِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا
"Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah)."
Ukhuwah Islamiyyah terus diwariskan sampai ummat islam yang sekarang. Karena itu islam menjadi rahmatan lil 'alamin yaitu rahmat untuk seluruh alam, sangat menekankan toleransi. Mungkin cukup sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin.
__________
Referensi: Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 01 Bab 47 (Masuknya Nabi ke Madinah-Persinggahan Nabi-Kecintaan Sahabat Anshar kepada Muhajirin-Persaudaraan Islam)