Home
» TJU
» LEBIH BAIK MANA? Untuk Wanita Muslimah
LEBIH BAIK MANA? Untuk Wanita Muslimah
Pertanyaan:
Dari: Ashab Fillah
"Bagaimana tanggapan Sahabat U Santri dengan kalimat berikut 'Yang penting ga munafik meski ga berhijab, dari pada berhijab tapi munafik' ini merupakan kalimat yang sering dilontarkan soalnya, jadi menurut Sahabat U Santri sebenarnya mana yang lebih baik? Semoga dijawab dan terima kasih."
Jawaban:
Bismillah, perlu diketahui sebelumnya untuk menghindari kesalahpahaman baik dari pihak yang bertanya maupun yang menjawab serta kita semua yang membaca artikel ini, kami akan menjelaskan terlebih dahulu bahwa hijab (حِجَاب) dalam artian sebenarnya adalah penutup, bisa juga disebut sebagai sutroh (سُتْرَة). Nah dari ungkapan yang ditanya oleh ashab fillah, sepertinya itu spesifikasi merujuk kepada jilbab.
Pertama yang perlu dipahami dari pembahasan kali ini adalah, jangan terbiasa membandingkan kebaikan/kewajiban yang satu dengan lainnya untuk membetulkan apa yang sebenarnya salah. Jilbab bagi seorang akhwat merupakan sebuah kewajiban, dan itu sudah diterangkan di dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 59:
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Jangankan kita sebagai orang islam, sedangkan istri Rasulullah diperintahkan juga. Kenapa malah ada statement "gapapa meski ga berhijab?" Sehingga statement tersebut seakan-akan menyepelekan hal yang seharusnya menjadi sebuah kewajiban. Namun perlu diperhatikan, ini bisa tergantung kondisi penerapan dari siapa ke siapa.
Nah, yang kedua adalah berbuat kebaikan merupakan perintah dari Allah SWT. Dan ini sangat jelas diterangkan dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 90:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِا لْعَدْلِ وَا لْاِ حْسَا نِ وَاِ يْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ وَا لْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
Jadi keduanya merupakan perintah dari Allah SWT untuk kita yang menjadi hamba-Nya. Jangan membuat seolah, ketika kita melakukan kebaikan maka akan menjadi buruk kebaikan yang lain. Allah SWT sangat menyukai orang yang berbuat baik seperti halnya dalam keterangan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 195:
وَاَ نْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَ حْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
Serta di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qashas ayat 77:
وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَ حْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَا دَ فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."
Beberapa dalil di atas menjelaskan bahwa bukti hijab, jilbab, serta berbuat baik mempunyai perintah-Nya sendiri.
Kesimpulannya adalah, semuanya mempunyai kekurangan dan bagusnya masing-masing, yang berjilbab tapi munafik harus berbenah dalam munafiknya dan terus belajar berbuat baik, adapun yang tidak berjilbab namun tidak munafik tetap harus berbenah dalam berjilbab karena itu merupakan perintah Allah untuk kaum hawa dan hijab untuk ummat islam. Jadi yang terpenting adalah bagaimana kita harus tetap berbenah supaya terus berusaha lebih baik. Jangan mudah menjudge orang hanya karena kita merasa lebih baik dari mereka, tetap fokus dalam intropeksi diri merupakan perkembangan yang bagus.
Namun perlu kami tegaskan kembali di sini, hijab/jilbab merupakan perintah Allah, dan berbuat kebaikan juga perintah-Nya. Jadi Alangkah baiknya jika para akhwat sekalian, berjilbab dan melakukan hal baik. Intinya statement diatas membenarkan sesuatu hal yang salah karena sudah melaksanakan perintah yang lain. Misal seperti ini, kan sudah berhijab jadi gapapa meski munafik? Atau seperti ini kan sudah ga munafik jadi gapapa meski ga berhijab? Nah pernyataan tersebut jelas sangat salah. Karena pada dasarnya jika kita melakukan perintah Allah kita akan mendapatkan pahala dan ketika melakukan larangan-Nya maka siksa Allah itu nyata adanya. Sesuai dalam Al-Qur'an Surat Az-Zalzalah ayat 7-8:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
Sekecil apapun entah itu kebaikan ataupun kejahatan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Mungkin cukup sekian artikel kali ini semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi kita semua Aamiin.