Hai sahabat U Santri sekalian, Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 01:
سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَ قْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
Ayat di atas menjelaskan bahwa nabi diperjalankan oleh Allah SWT untuk melakukan yang namanya Isra' Mi'raj, dan ini dikenal oleh orang islam sampai sekarang tentang asal muasal perintah sholat 5 waktu yang menjadi ibadah wajib bagi setiap orang-orang islam.
Tepat pada tahun ke 11 dari kenabian, Allah memuliakan nabi untuk melaksanakan Isra' dan Mi'raj. Isra' sendiri adalah perjalanan nabi dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsha (Palestina/Yerussalem.) Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan nabi dari Masjidil Aqsha menembus langit.
Di dalam kitab Dardir Mi'raj ( دَرْدِيْرْ مِعْرَاج ) yang ditulis oleh Imam Abu al-Barakat Ahmad bin Muhammad bin Ahmad al-Adawiy al-Malikiy al-Khalwatiy atau biasa dikenal dengan sebutan Ahmad ad-Dardiri dijelaskan bahwa, nabi berangkat sekitar pagi dekat subuh, dengan mengendarai hewan surga yang bernama Buroq. Adapun Buroq ini memiliki kecepatan yang luar biasa, bisa berpindah sejauh mata memandang dengan cepat. Nabi ditemani oleh Malaikat Jibril sebagai pemandunya.
Perjalanan kemudian di mulai dari Isra' yaitu dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, lalu nabi langsung Mi'raj melesat menembus langit, dan di setiap langit ada nabi yang beribadah. Beliau juga sempat dikejar oleh Jin Ifrit yang punya niat mencelakakan nabi namun berhasil dihalau. Dan sampailah nabi di Sidratul Muntaha lalu Mustawa. Sewaktu nabi ingin memasuki Sidratul Muntaha, Jibril memohon izin tidak ikut karena tidak mempunyai izin dari Allah SWT.
Terjadilah peristiwa tentang perintah sholat sebanyak 50 waktu namun sewaktu nabi menuruni langit nabi musa mencegahnya dan bertanya apa yang diperintahkan Allah, setelah nabi menjawab tentang pertanyaan tersebut, nabi musa meminta nabi untuk meminta keringanan karena ummat nabi itu rata-rata kecil dan pasti berat dalam melakukan ibadah sebanyak itu. Alhasil terjadilah negosiasi antara Allah SWT dan nabi Muhammad SAW. Setiap negosiasi turun sebanyak 5 waktu sampai tersisa 5 waktu. Dan itu masih diminta keringanan oleh Nabi Musa, namun Nabi Muhammad sudah merasa cukup dengan keringanan yang diberikan oleh Allah SWT. Setelahnya Jibril mengajarkan nabi shalat dan juga waktu-waktunya.
Kejadian ini sangat singkat, setelah nabi mi'raj beliau langsung kembali ke tempat semula, dan tempat tersebut masih hangat seperti orang baru saja pergi. Dalam hal mi'raj ini ada perselisihan yang terjadi, mayoritas Ahli Sunnah mengatakan bahwa nabi melakukannya dengan badan serta ruh ini dalam pendapat shahih, sedangkan menurut Siti 'Aisyah, Mu'awiyah, dan Hasan hanya dengan ruh saja. WaAllahu 'A'lam. Mungkin cukup sekian artikel kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua Aamiin.
___________
Referensi Kitab Khulasoh Nurul Yaqin Juz 01 Bab 35 [Isra' & Mi'raj Nabi.]