Home
» Puisi Mahabbah
» [Puisi] Sang Insan Mulia: Merindu Tanpa Hak untuk Bertemu
[Puisi] Sang Insan Mulia: Merindu Tanpa Hak untuk Bertemu
Sang Insan Mulia:
Merindu Tanpa Hak untuk Bertemu
Aku... menyebut namamu dalam doa yang terjaga
bukan sebagai milik, hanya titipan rasa
kau jauh di batas takdir yang tak bisa kugenggam nyata
dan aku belajar merindu dengan cara paling sederhana
Aku... merindukan engkau dari jarak tak bernama
lahir dari sunyi yang tak pernah punya suara
hadir sebagai bayang meski hanya angan semata
tumbuh diam-diam, tanpa wajah, tanpa cerita
Tak ada temu, tak ada jejak yang terbaca
hanya rasa yang selalu ingin percaya
bahwa cinta bisa bergejolak meski tanpa drama
cukup getar di dada yang terus saja setia
Aku... menyimpan rindu ini dalam waktu yang lama
menunggu sesuatu yang mungkin tak pernah ada
namun rindu ini tetap memilih bertahan di sana
meski tahu bahwa tidak akan pernah tiba
Hanya bayangan yang kerap memeluk dalam rasa
juga hati yang terus belajar untuk setia
dari getar halus yang menetap lama di dada
tak pernah hadir hanya tersirat pada relung jiwa
Jika kelak bertemu hanya menjadi impian semata
biarlah kata ini menjadi bukti sederhana
sebab mencintaimu dalam penjagaan-Nya
lebih mulia daripada memaksa rasa menjadi cerita
Jika rindu ini tak bertemu dengan muara
cukup ketenangan agar hatiku tak durhaka
aku akan menerima dengan lapang dada
sebab tak semua cinta ditakdirkan bersua
Biarkanlah malam kelam ini berbicara
lewat doa yang tak selalu berani aku minta
sebab mencintaimu tanpa pernah bertatap muka
adalah bentuk pasrah yang paling manusia
__________
Created By: ZainSyafir